Pemuda Harapan Bangsa
Dalam sebuah fase kehidupan, ada sebuah tahap yang sudah pasti
dialami dan diajalani oleh seorang manusia, yaitu masa remaja atau dalam
istilah yang lebih berdaulat disebut dengan pemuda. Pada masa inilah
warna-warni kehidupan mulai muncul dan setiap orang mulai mengenali tentang
hakikat hayat yang dijalaninya. Rasa
ingin tahu terhadap sesuatu yang baru dikenalinya senantiasa muncul
dalam kehidupan itu. Seperti halnya dalam syair lagu Rhoma Irama yang berbunyi “darah
muda….darahnya para remaja ….. yang selalu merasa gagah…. Tak pernah mau
mengalah…..ah aaah…. Darah muda…..”.
Pada zaman sekarang coba kita liat dunia sekeliling kita, dunia
semakin lama sudah semakin pudar, tidak hanya dalam bencana alam saja,
melainkan moral manusia sudah tidak mencerminkan fitrah manusia yang selayaknya
khususnya para remaja yang menjadi bahasan saat ini . Dalam contoh kecil pada
zaman dahulu seorang remaja bila mendapati teman yang sedang kesusahan dan juga
jatuh misalnya temannya langsung menolongnya. Sedangkan, pada zaman sekarang
bila terjadi hal demikian dianggap hal lucu dan di tertawakan oleh teman yang
sedang melihatnya. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan moral kemanusiaan
kian menurun.
Remaja adalah awal untuk memulai masa depan yang baik. Karena dalam
masa ini manusia sudah terfikirkan untuk jangka yang akan datang ingin menjadi
seperti apa yang dimimpikannya. Namun, semakin modern zaman remaja sudah
semakin rusak. Kejahatan dari kategori ringan sampai kategori berat kebanyakan
kasus dalam berita ialah remaja yang melakukannya.
Jika demikian bagaimana membentuk sebuah bangsa yang maju di masa
yang akan datang? Tentulah tidak bisa karena generasi yang akan membangun
bangsa ini justru tidak layak karena perilaku yang di perbuatnya. Dalam segi
argument pemuda saat ini banyak pengetahuan, selalu debat yang di kedepankan
jikalau diingatkan ketika dirinya bersalah. Seharusnya iktikad baik seseorang
di mulai pada masa ini. Karena masa ini manusia sudah mulai bisa berpikir mana
yang buruk dan mana yang baik. Ilmu ialah harus di terapkan bukan hanya menjadi
sebuah pengetahuan belaka yang pada akhirnya menjadi mubadzir.
Jikalau iktikad baik sudah dimulai dari masa remaja, maka semakin
dewasa remaja itu, semakin matang pula
iktikad baik itu. Rasa semangat dalam diri seorang pemuda ialah sangat membara
maka haruslah semangat yang membara itu di gunakan kepada hal yang berguna bagi
dirinya sendiri maupun orang lain. bung karno sang tokoh proklamator Indonesia yang pernah mengatakan :“berilah
aku sepuluh pemuda …..maka akan aku goncangkan dunia” dari perkataan ini, pantaskah
pemuda yang saat ini masih duduk terdiam, huru-hara, yang tidak jelas
menggoncangkan dunia dengan apa yang dimilikinya? Sudah pasti tidak.
Jika lambat laun ini dibiarkan begitu saja maka, lambat laun pula
Negara ini akan semakin menyusut karena tidak adanya generasi yang berkualitas itu untuk membangun
bangsa ini. Siapa lagi kalau bukan para
pemuda saat ini yang akan menggantikannya kelak. Jiwa yang lama akan segera
pergi ,penggantinya haruslah memberi nilai lebih bukan semakin menyusut.
Ada qaul imam syafii mengatakan:
وَذَاتُ الْفَتَى ـ واللَّهِ ـ بالْعِلْمِ وَالتُّقَى
إذَا لمَ يكُونا لا اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ
Eksistensi seorang pemuda –demi Allah- adalah dengan ilmu dan
ketaqwaan
Jika keduanya tidak ada padanya, maka tidak ada jati diri padanya.
(Al Imam Asy Syafi’i)
Dari perkataan
imam syafii dapat kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa pemuda harusnya
menjadi sebuah pendongkrak masa depan yang lebih baik
sebagaimana dicontohkan oleh sahabat Usamah bin Zaid. Umurnya masih 18
tahun, ketika Rasulullah mengangkatnya secara langsung sebagai commander
of war (komandan perang) pasukan Islam untuk menyerbu wilayah Syam.
Padahal diantara prajuritnya terdapat orang yang lebih senior dan berpengalaman
dari dirinya, seperti Abu Bakar, Umar Bin Khattab dan sahabat Rasulullah
lainnya.
Usamah
Bin Zaid adalah tauladan pemuda muslim dunia yang telah menorehkan
tinta emas sejarah Islam. Selain Umar Bin Zaid, terdapat pemuda muslim
cemerlang dan luar biasa lainnya seperti Tariq bin Ziyad yang kuat, Abdullah
bin Mas’ud yang amanah, Abdullah bin Abbas yang berilmu, Zaid bin Tsabit yang
cerdas, Ali bin Abi Thalib yang perkasa, Muhammad al-Fatih sang penakluk
dan tentu masih banyak tokoh pemuda muslim hebat lainnya.
Sejarah hidup mereka penuh dengan kegemilanga n dalam kontribusi mereka bagi
dunia dan Islam, sehingga Islam dengan kehendak Allah SWT pernah mencapai masa
kejayaannya. Dalam konteks saat ini Indonesia adalah negara yang sudah aman
dari peperangan dan menjadi salah satu negara merdeka didunia. Peran pemuda Indonesia harusnya mempersiapkan
bagaimana negara Indonesia menjadi lebih baik kedepan, tidak dalam hal
peperangan melainkan dalam hal keilmuan agar negara Indonesia menjadi salah
satu negara maju dengan mempunyai kekayaan sumber daya alam dan sumber daya
manusia. Agar Indonesia menjadi negara yang mempunyai integritas yang akan
diakui oleh dunia.
Syair
singkat pemuda:
Wahai para pemuda……
mulailah dari sekarang kita berpikir sejenak ……
untuk kebaikan masa yang akan datang untuk diri kita…..keluarga kita…..dan bangsa
kita…..
tekunilah seluruh bidang ilmu yang engkau Kenan…..,
karena kelak…..kitalah yang kan membangun bangsa ini dengan seluruh
ilmu pengetahuan yang kita tekuni…….
agar nanti bangsa ini menjadi bangsa yang semakin berkembang, maju,
dan Berjaya…..
tinggalkanlah hal-hal yang tidak berguna bagi diri kita karena itu
akan menjadi penyakit yang membuat diri kita tidak akan berguna dalam hal
apapun…..
# salam pemuda……



Comments
Post a Comment