sholat dan wc


Sholat dan Wc
Oleh : Nun Faiz Habibullah Ahmad
Apa yang diinginkan oleh manusia
sehingga banting tulang siang malam kalau bukan
ketenangan. Padahal ketenangan bisa didapatkan dengan cara yang
sederhana dan mudah namun kita sering tidak menyadarinya. Ketika solat dan
ketika saat kita di wc terdapat ketenangan yang mungkin kita cari cari.
Pernahkah kita merasa tenang saat solat dan atau saat di wc, atau bahkan
menemukan ide ide brilian saat solat dan saat di wc?. Lantas, apa hikmah yang
dapat kita pelajari saat sholat dan saat di wc.
Hikmah solat sudah tak perlu
diragukan lagi keampuhannya.sudah banyak tulisan yang menjelaskan tentang
hikmah solat baik dari segi medis maupun fiqh. Namun, ada hal yg menarik saat
kita solat. Terkadang saat kita solat, tiba tiba ada ide kreatif bermunculan,
atau terkadang kita mengingat sesuatu yg tidak sengaja kita lupakan sebelumnya.
Kalau seperti itu, seharusnya dalam
proses pembelajaran mencari ilmu, bagi umat islam pemerintah menganjurkan untuk
melakukan solat saat sedang merasa kebingungan menghadapi sesuatu. Harapannya
adalah saat melakukan solat kita dapat menemukan jalan keluar dari permasalahan
tersebut atau menemukan ide kreatif kalau membutuhkan ide kreatif.
Namun pemikiran tersebut jika
dikritik berdasarkan ketauhidan, Menandakan bahwa orang tersebut melakukan
solat tidak berdasarkan lillahi ta'ala tetapi karena ingin mencari solusi atas
permasalahannya. Menurut pendapat saya, untuk pemula, solat karena bukan
lillahi ta'ala hanya untuk mencari solusi atas permasalahannya tidak menjadi
masalah. Namun, tidak berhenti di situ saja, harapannya, agar ia terbiasa solat
sehingga menjadi suatu kebiasaan dan bisa lillahi ta'ala niatnya.
Mengapa demikian? karena jika ia
langsung diajarkan solat karena lillahi ta'ala, kemungkinan ia tidak dapat
merasakan kenikmatan solat lillahi ta'ala. Sebab, semua hal ada prosesnya.
Tidak ada bayi yang bisa langsung berlari, semua butuh proses secara bertahap,
kecuali Allah berkehendak lain.
Selain solat, ada juga yang menarik
dari WC. Pernahkah kita merasakan ketenangan atau kenikmatan, bahkan muncul ide
ide kreatif saat Buang air besar (bab) di wc?. Berbicara wc, saya teringat masa
kecilku yang mungkin sedikit ceria karena berlama lama di wc.
Waktu kecil sekitar umur 8 atau 9
tahunan, saat saya BAB di wc, saya melihat ke tembok yang ada di depan saya.
saya memperhatikan tembok yang permukaannya tidak rata. Lama kelamaan saya
menemukan bentuk yg tak asing bagi saya. Ada yg berbentuk hewan, ada yg
berbentuk awan, bahkan ada yg berbentuk wajah manusia atau bahkan jin yg ada di
gambar gambar. Kemudian, saya bergegas menyudahi BAB saya karena untuk
menggambar apa yg ada dipikiran saya saat di wc. Ketika saya mengambil kertas
dan mulai menggambar, di tengah proses menggambar saya tidak dapat mwngingat kembali
gambar yg ada dipikiranku tersebut, tiba tiba hilang.
Sekarang saya berpikir, andai saat
itu saya bab membawa kertas dan pensil di wc, InsyaAllah saya akan berhasil
menggambar apa yg ada di pikiranku tersebut. Artinya adalah saat kita berada di
wc, kita cenderung untuk merasa tenang dan bisa berpikir lancar. Andai kata
pemerintah kita membuat tempat yang seperti itu, insyaallah saat belajar dalam
kondisi seperti itu ilmu akan cepat masuk.
Kemudian saya berpikir "Kalau
begitu kita gausah belajar di kelas saja ya, mending belajar di wc agar cepat
masuk ilmunya, sebagai mana luar negeri yg toiletnya disediakan bahan bacaan,
Wallahu a'lam". pemerintah harus memikirkan bagaimana cara membuat kelas menjadi tempat yg menyenangkan
bagi peserta didiknya
Kesimpulannya adalah kita harus
sering melakukan solat dalam keadaan apapun, baik itu senang apalagi sedih
sebagaimana teladan kita nabi muhammad. Selain itu, kita harus memanfaatkan
sisi positif kita saat di wc dengan menindaklanjuti apa yg kita dapat di wc,
apapun itu termasuk ide kreatif untuk dituangkan di secarik kertas.
Mari berpikir luas, hidup tak seluas daun kelor dan belajarlah di
sekolah dengan pengertian bahwa sekolah adalah tempat dimanapun kamu berada.
*penulis adalah alumni pp nurul jadid
mahasiswa perencanaan
wilayah dan kota
Fakultas teknik universitas brawijaya


Comments
Post a Comment